GeMa NTB.Bima –Tim Anggota DPR RI, Mori Hanafi, melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi rumah tidak layak huni di sejumlah dusun di Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penyaluran bantuan bedah rumah tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Namun, dari total sepuluh dusun yang ada di Desa Samili, hanya beberapa dusun yang mendapatkan alokasi program bedah rumah. Kondisi ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat setempat.
Sejumlah warga menilai pembagian bantuan tersebut belum merata. Kritik juga datang dari kalangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Samili. Mereka menyebut program bedah rumah cenderung didominasi oleh dusun tertentu, sehingga dinilai kurang adil.
“Pemberian bedah rumah ini tidak merata, karena hanya terfokus pada beberapa dusun saja,” ujar beberapa anggota BPD kepada media ini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Samili, Bambang AB, memberikan klarifikasi terkait program tersebut. Ia mengaku belum mendapatkan informasi sebelumnya mengenai bantuan yang masuk ke wilayahnya.
“Iya, saya juga baru tahu setelah didatangi oleh timnya Mori Hanafi anggota DPR pusat tadi pagi di rumah. Desa Samili mendapat bantuan untuk 10 orang,” jelas Bambang.
Ia menambahkan bahwa pihak pemerintah desa akan segera melakukan koordinasi lebih lanjut agar penyaluran bantuan ke depan dapat lebih merata dan transparan, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengevaluasi distribusi bantuan sosial, khususnya program bedah rumah, agar benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan di seluruh dusun di Desa Samili.
COMMENTS